Sejuta Mimpi yang Sempurna

Tak pernah ku rasakan sabtu pagi yang begitu cerah seperti hari ini. Angin yang berhembus seperti mengantarkanku untuk pergi ke sekolah. Aku ingin tiba secepatnya di sana. Waktu sudah semakin siang, guratan sinar mentari kian lama kian terlihat dan semakin memancarkan pesonanya. Aku kemudian memanggil ibuku agar cepat-cepat berangkat.

Aku sudah tidak sabar. Sekolahku tak cukup mewah sampai-sampai aku sangat menginginkan tiba di sana secepatnya. Memang bukan hal itu yang membuatku bersemangat untuk berangkat sekolah, tetapi ini adalah hari spesial bagiku. Saat ini adalah “hari perpisahan”, begitulah aku dan orang-orang sekitar menyebutnya, yaitu hari dimana aku dan teman-teman kelas enam SD yang lainnya akan secara resmi dinyatakan lulus dari Sekolah SD 01 Parongpong ini.

Sebenarnya, dibalik keriangan itu, tersembunyi kegalauan. Aku bingung apa yang akan aku lakukan setelah lulus sekolah nanti. Banyak dari teman-temanku yang tidak perlu pusing-pusing memikirkan masa depan karena orangtua mereka telah membantu merencanakan masa depan mereka, yaitu pernikahan. Ya, itulah yang biasa dilakukan anak-anak yang baru lulus sekolah dasar di daerahku.
Aku tidak terkejut melihat mereka tidak melanjutkan sekolah dan malah menikah di usia semuda itu. Hal itu karena kebanyakan orang di daerah rumahku menganggap bahwa wanita itu sudah kodratnya berada di dapur, jadi untuk apa sekolah tinggi-tinggi. Tetapi lain denganku, aku bukanlah gadis yang sama seperti teman-temanku. Kondisi fisikku tidak memungkinkan ada lelaki yang menyukai atau bahkan ingin menikah denganku. Sebelah kakiku lebih kecil dari ukuran normalnya sehingga sejak kecil aku selalu memakai tongkat.

Aku tidak pernah menyesal hidup dengan kekurangan seperti ini. Justru hal ini yang membuatku ingin melakukan sesuatu yang lebih baik daripada teman-teman seusiaku. Lagipula, aku memang ingin sekolah, mengejar cita-cita, Aku ingin jadi pelopor, seperti Soekarno. Aku ingin menjadi terkenal, seperti Rhoma Irama, yah meskipun suaraku tidak semerdu kicauan burung-burung di halaman rumahku. Aku ingin mandiri, bergerak maju menerjang keterbatasan-keterbatasanku, seperti perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan kebebasannya. Aku ingin pintar, seperti para pembuat pesawat terbang, yang bisa mengubah dunia menjadi lebih mudah dijelajahi.

Aku tetap ingin menjadi diriku, memang, diriku yang penuh keterbatasan, tapi dengan keterbatasan itu aku dapat tetap merasa bebas, bebas menggapai apa yang kuinginkan, menjadikan kisahku seperti kisah siapapun yang kuinginkan. Keterbatasan itu malah mendorong semangatku untuk lebih baik dari anak-anak seusiaku.

Hmmm, aku bermimpi terlalu jauh, aku terbang terlalu tinggi. Terkadang aku takut tak bisa kembali dari alam mimpi dan takut terjatuh dari ketinggian. Tapi yang ku tahu, ku pahami, dan ku yakini, jika aku tak berani bermimpi dan tak berani menggapai mimpi itu, aku hanya akan menjadi batu kerikil di persimpangan jalan, tak berarti. Tapi jika aku bermimpi dan berusaha menggapai mimpi itu, aku bisa jadi pemenang, dan mati pun aku tak akan penasaran.

Ibuku sudah siap, kini saatnya aku pergi ke tanah gersang penuh kenangan, untuk menyelesaikan apa yang telah kumulai di sana. Setelah itu, aku pun mulai melangkah mengejar mimpi-mimpi yang telah ku rangkai, dan aku pun siap menghadapi dunia… Dunia, aku datang padamu dengan sejuta mimpi yang sempurna…

Share_Noer, 2009

_________________________
Tulisan ini dibuat sekitar awal tahun 2009, tetapi diselesaikan pada tanggal 29 Desember 2009… Tulisan lama yang sengaja dibuat untuk seseorang yang spesial bagi saya… Berdasarkan kisah nyata loh… Selamat menikmati… 😀
Iklan

2 Komentar

  1. dwi said,

    Juni 17, 2010 pada 2:41 pm

    keren sa.. nyentuh…
    dia adalah seseorang yang hebat dan bisa jadi inspirasi semua orang untuk bermimpi dan tetap bersyukur dengan apapun yang ia miliki…
    wah ayo teruskan tulisan2 mu yang indah ini sa ^-“


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: