Dalam Diam

Dalam diam aku bukan tak berkata,
aku hanya tak bersuara…

Dalam diam aku bukan tak bergerak,
aku hanya tak memperlihatkan gerakan…

Dalam diam aku bukan tak merasa,
aku hanya menyimpan rasa…

Dalam diam aku bukan tak berpikir,
aku hanya lelah berpikir…

Dalam diam aku bukan tak melihat,
aku hanya memalingkan wajah sejenak…

Dalam diam aku bukan tak mendengar,
aku hanya tak kuasa mendengarkan…

Dalam diam, aku diam, tapi aku bukan boneka…
Aku berkata…
Badanku bergerak…
Hatiku merasa…
Otakku berpikir…
Mataku melihat…
Telingaku mendengar…

Dalam diam, aku………………….

Ruang Nyamanku, 19 Juni 2009

___________________________________

Tulisan ini dibuat setahun yang lalu,, di saat diam tampaknya menjadi pilihan… Bukan karena itu solusi yang terbaik, namun karena ketidakberanian untuk mengambil langkah… Sesal mungkin ada, namun jika bisa dijadikan pembelajaran, untuk apa terus meratapi penyesalan??

Iklan

Sejuta Mimpi yang Sempurna

Tak pernah ku rasakan sabtu pagi yang begitu cerah seperti hari ini. Angin yang berhembus seperti mengantarkanku untuk pergi ke sekolah. Aku ingin tiba secepatnya di sana. Waktu sudah semakin siang, guratan sinar mentari kian lama kian terlihat dan semakin memancarkan pesonanya. Aku kemudian memanggil ibuku agar cepat-cepat berangkat.

Aku sudah tidak sabar. Sekolahku tak cukup mewah sampai-sampai aku sangat menginginkan tiba di sana secepatnya. Memang bukan hal itu yang membuatku bersemangat untuk berangkat sekolah, tetapi ini adalah hari spesial bagiku. Saat ini adalah “hari perpisahan”, begitulah aku dan orang-orang sekitar menyebutnya, yaitu hari dimana aku dan teman-teman kelas enam SD yang lainnya akan secara resmi dinyatakan lulus dari Sekolah SD 01 Parongpong ini.

Sebenarnya, dibalik keriangan itu, tersembunyi kegalauan. Aku bingung apa yang akan aku lakukan setelah lulus sekolah nanti. Banyak dari teman-temanku yang tidak perlu pusing-pusing memikirkan masa depan karena orangtua mereka telah membantu merencanakan masa depan mereka, yaitu pernikahan. Ya, itulah yang biasa dilakukan anak-anak yang baru lulus sekolah dasar di daerahku.
Aku tidak terkejut melihat mereka tidak melanjutkan sekolah dan malah menikah di usia semuda itu. Hal itu karena kebanyakan orang di daerah rumahku menganggap bahwa wanita itu sudah kodratnya berada di dapur, jadi untuk apa sekolah tinggi-tinggi. Tetapi lain denganku, aku bukanlah gadis yang sama seperti teman-temanku. Kondisi fisikku tidak memungkinkan ada lelaki yang menyukai atau bahkan ingin menikah denganku. Sebelah kakiku lebih kecil dari ukuran normalnya sehingga sejak kecil aku selalu memakai tongkat.

Baca entri selengkapnya »

Komunitas Baru, Cerita Baru

Pikiran saya melayang ke hari dimana saya mengikuti kegiatan dalam rangkaian peringatan KAA, Plezier Gedong Merdeka, pada tanggal 18 April 2010… Saya awalnya tertarik mengikuti kegiatan ini karena saya sadar, sebagai warga asli Bandung (bahkan, sangat asli, hehe), saya masih belum mengenal kawasan Bandung yang sudah menjadi bagian hidup saya selama 22 tahun belakangan ini (which means my whole life, wuih)… Yeah, mungkin apa yang ada pada pikiran saya saat itu juga ada di pikiran anda saat ini, pembaca… Hey, dont look at me like that, readers, at least saya sadar dan tobat, hahaha…

Well,, keikutsertaan saya di Plezier Gedong merdeka ini (nanti saya akan menulis cerita lebih lanjut tentang Plezier Gedong Merdeka, but not now, not in this story) membawa saya pada satu komunitas yang cukup menarik bagi saya, komunitas Aleut!… Komunitas ini merupakan komunitas wisata dan apresiasi sejarah yang mulai berdiri sejak tahun 2006… Pada akhirnya saya dan dua teman saya ikut bergabung dengan komunitas ini, meskipun baru secara administratif (halah), yaitu dengan ditandai pengisian formulir, dengan bahasa dan kata-kata seadanya, karena tentu saja kami belum pernah benar-benar mengikuti kegiatan Aleut!…

Pada kegiatan pertama setelah bergabungnya saya dengan komunitas ini (saya tidak ingat kegiatan ini kemana), saya masih mencari-cari alasan untuk tidak ikut, karena saya masih merasa canggung untuk ikut suatu komunitas baru yang benar-benar tidak dikenal, terutama karena kedua teman saya juga tidak bisa ikut… Kegiatan kedua pun, seingat saya kegiatan ke Gunung Putri, saya tidak ikut. Alasannya mungkin masih sama, saya masih belum berani untuk ikut kegiatan dimana di dalamnya tidak ada orang yang saya kenal, tetapi kali ini dengan alasan lain yang lebih mendukung karena pada saat itu saya memang ada kesibukan, hehe…

Sampailah saya pada kegiatan ketiga, yaitu menapaki Cihampelas-Cipaganti-Wastukencana… Saya cukup bimbang antara ikut atau tidak ikut… Kedua teman saya yang lain sudah dipastikan tidak bisa ikut… Hmmm,, tapi saya bertekad untuk mengikuti kegiatan baru dan berkenalan dengan komunitas baru, jadi untuk apa saya takut, toh mereka juga manusia sama seperti saya, sama-sama makan nasi (ditambah ayam, sayur kangkung, lalapan, sambel, halah yummy pisan jigana)… Akhirnya dengan semangat 45 dan tekad yang luar biasa, Baca entri selengkapnya »

Hello World!!! Sapa Menyapa pada Dunia dalam Kotak Segi Empat

Hello world!!!

Hi, hajimemashite, let me introduce myself… I am 22nd years old girl who just created this blog… FYI, 15 june 2010 is my first 22nd-years-old day… And this blog is one of my birtdhday resolution, hehe… Hope this blog will be useful as i thought before… 😀